Sunday, April 18, 2021

Sebab-Akibat Berhutang

            Artikel berikut ini masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya, yaitu menyangkut hutang piutang. Tapi kali ini ini penulis ingin membahas perkara/kejadian-kejadian menarik yang ditimbulkan karena hutang piutang. Apa saja dampak positif dan negatif nya? Kuy simak terus sampai akhir ya.


Yup, seprti yang penulis katakan pada postingan sebelumnya, hutang piutang ini kerap hadir dalam kehidupan manusia. Dia (baca: hutang piutang) ada dikarenakan hawa nafsu yang menjelma setipis daun bawang dan menjadi parasit dalam diri suatu insan. Rasa iri, takut, insecure, dan berbagai hal lainnya yang membentuknya dalam kehidupan ini dan berhasil mengelabui manusia disetiap kesempatan yang hadir, jadi tak heran bila ia kerap kali menimbulkan masalah bagi manusia. Berikut beberapa permasalahan yang seirng terjadi, diantaranya :


1. Masalah antar manusia (tidak saling mengenal, hanya mengetahui).

Dalam kasus ini kita contohkan seperti pedagang atau sebuah jasa. Agy mengambil sebuah baju jersey dan sepatu bola pada sebuah toko tempat ia berlangganan di kampungnya dengan niat berhutang karena belum gajian. Karena dia perlu dan ingin segera menggunakan baju dan sepatu tersebut maka ia mencoba berhutang. Setelah menceritakan keluh kesah pada si penjual, maka penjual pun memberikan baju dan sepatu tersebut dengan perjanjian akan dibayarkan pada tanggal gajian. Namun, ketika sampai tempo pada hari yang dijanjikan, Agy tak kuncung muncul. Penjual pun berpikiran positif saja, mengira Agy belum punya kesempatan/berhalangan untuk datang membayarkan hutangnya. Hari ke hari penjual mulai menyadari kalau Agy ternyata ghosting darinya, ia menanyakan kabar via whatsapp dan telfon tapi tak juga berhasil. Akhirnya terjadilah perang dingin antara penjual dan Agy.


Kasus ini sangat umum terjadi dengan berbagai metode. Ada yang saling menjelekkan, ada yang saling melupakan masalah, ada yang tidak berani datang ke toko lalu menitipkan pada temannya agar bisa belanja di toko terkait, dan ada yang disindir tapi kura-kura makan tahu, eh, maksudnya pura-pura dalam tahu, ups.. hahaha, kura-kura dalam perahu yang sering diartikan sebagai sikap “pura-pura tidak tahu”. Seolah-olah dia tidak peka akan sindiran si penjual, padahal ini kan hubungan jual-beli, bukannya hubungan pacaran antara pria dan wanita.


Lucunya, hal ini sudah seperti halnya status hubungan dalam pacaran saja. Penjual berharap balasan dari pembeli yang berhutang seperti seorang pencinta yang berharap agar cintanya tak bertepuk sebelah tangan dari gebetannya. Sama halnya juga dengan dua insan dalam status friend zone, di whatsapp centang satu, pas centang dua cuma di read saja.


2. Masalah antar teman dengan teman.

Kasus ini mempunyai kemiripan dengan poin nomer 1, namun daya penghancurnya lebih dalam. Bagaimana tidak, seorang teman yang kita percayai berujung menusuk hati. Bahkan, hal ini bisa jadi tolak ukur terhadap seorang teman. Seberapa berharga dan pentingnya dia dalam lingkup kehidupan kita, bisa langsung kita ketahui. Misal saja, perkara hutang 50-100 ribu bisa bertengkar dengan teman mu, apalagi sampai kamu ghosting darinya. Coba posisikan dirimu sebagai pengutang, pasti damagenya ga kebayang, kan?


2. Masalah antar kerabat/saudara.

Ini level tertinggi dalam kasus hutang-piutang. Dulu penulis sempat berpikir terlalu naif, bahwa hal seperti ini dalam kekeluargaan tidak akan terjadi. Ternyata salah besar, malah dalam kekeluargaan yang sering dan pasti terjadi. Cuma karena perkara kecil bisa menyebabkan perpecahan dalam kekeluargaan, anak dengan orang tua, adik dan kakak, dll. Sangat disayangkan memang, tapi mau bagaimana lagi, Memang begitu realitanya.


Kesimpulannya, bagi kamu para pengutang, marilah kita introspeksi diri dengan lebih baik lagi. Ayo segera lunasi hutang-hutang mu sebelum sang ajal menjemput mu! Dan, jangan lupa baca artikel sebelumnya untuk menggali lebih dalam tentang makna hutang-piutang dan mengetahui solusi terbaik untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Semuanya ada ditangan mu, jika kamu tak mau berubah, silahkan abaikan artikel ini. Jika kamu berkenan untuk mengubah dirimu, silahkan klik link artikel berikut ini JEBAKAN HUTANG-PIUTANG.


“Sesungguhnya tak ada sesiapapun yang mampu mengubah dirimu dan nasib mu melainkan dirimu sendiri”


Firman ALLAH S.W.T dalam Al-Qur’an : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)


Terima kasih dan sampai jumpa di artikel berikutnya ya...byee!

Jebakan Hutang Piutang

              Hutang Piutang, kata ini kerap kali singgah dalam kehidupan manusia dari dahulu kala hingga saat ini. Bahkan sekarang nama tersebut telah diperhalus menjadi “Pinjam dan Meminjam” agar orang-orang tidak terlalu merasa terbebani. Seolah jika mengatakan hutang adalah suatu hal yang kasar dan aib bagi seseorang sehingga tidak boleh diucapkan, sudah seperti voldemort saja..ckckck


Dalam bahasa, “pinjam meminjam” ini sudah mengalami pergeseran baik secara arti maupun makna. Pinjam meminjam berarti mengambil sesuatu barang kemudian dipakai dan dikembalikan dengan barang yang sama kepada yang meminjamkan. Misalkan, meminjam sebuah pulpen berwarna biru merk A, maka yang dikembalikan adalah pulpen berwarna biru merk A. Meminjam sepeda motor brand Yahama dengan plat BAB, yang dikembalikan juga sepeda motor brand Yahama plat BAB, bukan brand lain atau dengan plat berbeda, kan!? Penulis pernah mendengarkan perkataan ustad dan ulama di beberapa majelis pengajian, dan yang mereka sampaikan sesuai dengan arti dan paham yang penulis ketahui. Jika kita meminjam uang Rp.100.000; maka yang dikembalikan haruslah uang dengan nominal yang sama dan memiliki nomer seri yang sama pula, karena begitulah sifat pinjam meminjam. Oleh karenanya, hutang piutang dan pinjam meminjam itu pada hakikatnya adalah berbeda.


Oleh sebab itu, dalam agama Islam kita dianjurkan untuk berhati-hati menggunakan kata-kata tersebut di kehidupan sehari-hari. Memang kelihatannya seperti perkara kecil, tapi bisa berakibat sangat fatal. Jangan sampai hanya karena merasa tidak enakan, malu atau bahkan merasa terbebani dengan menyebutkan kata “hutang”, malah mengakibatkan mudharat bagi diri kita dan menjadi beban di akhirat kelak. Jika tak mau malu/terbebani, ya, jangan berhutang. Lakukanlah sesuai perkataan mu dan katakanlah sesuai kelakuan mu, jangan saling berkebalikan. Jangan berbuat sesuatu hal yang diluar kemampuan mu! Bukankah ALLAH S.W.T saja tidak menguji hambanya dengan cobaan diluar dari kemampuan hambanya, melainkan karena ALLAH tau jika hambanya mampu. Nah, mengapa kita harus menyakiti diri sendiri dengan cobaan yang kita sendiri tidak yakin bisa melewatinya. Kita sudah diberitahukan dan diberi kebebasan untuk memilih, dan kebanyakan dari kita malah memilih melakukannya.


Dilemanya, dalam kehidupan sehari-hari kita sering diuji dengan berbagai hal. Kita terlalu takut dan terikat dengan dunia, sehingga ketika kita berhutang , kita merasa mampu untuk melunasinya. Padahal jika dipkirkan baik-baik, belum tentu uang dari hasil hutang tersebut dipakai untuk hal-hal yang kita butuhkan. Disini penulis tidak mengatakan semua orang begitu, ada yang memang benar-benar membutuhkan dan menggunakannya dengan layak, tapi kebanyakan dari manusia yang berhutang itu hanya untuk hal-hal yang tidak penting. Bahkan penulis pun tak luput dari perihal tersebut, dan setelah semuanya terjadi barulah menyesal di akhir. Padahal sebenarnya banyak cara, hanya saja kita tidak mampu melihatnya karena kita terlalu takut dan dikuasai oleh hawa nafsu, ingin memiliki segalanya dengan cepat. Ujung-ujungnya, gali lobang tutup lobang.


Ingatlah! Hawa nafsu itu tidak melulu tentang seks atau hal porno lainnya. Hawa nafsu adalah sifat ingin memiliki tanpa memikirkan resiko terburuk. Dan, adanya keinginan yang kuat sehingga sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan.


Maka di bulan yang penuh akan keberkahan ini, mari kita mengkaji lebih dalam, introspeksi diri, serta memperbanyak amal dan ibadah. Semoga kita dijauhkan dari segala hal dan keputusan/pilihan yang buruk, sehingga bisa menjadi manusia yang lebih baik. Dan, apabila kalian dihadapi dengan masalah seprti ini, cukup ingat bahwa “kesusahan itu datang bersama dengan kemudahan”, maka jangan pernah takut, teguhkan hati serta tanamkan dalam diri, insyaAllah, ALLAH pasti selalu bersama kita, Aamiin.


Saturday, April 17, 2021

Kata Sambutan

Assalamu’alaikum,

Blog ini hanyalah berisikan tulisan-tulisan, puisi, dan hal sejenis lainnya. Penulis berharap tulisan-tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca atau cukup sebagai bahan bacaan, sederhana saja.


Selain blog ini, penulis juga mengelola beberapa blog lainnya. Blog ini hanya sebuah pelampiasan yang terkadang saat menulis, kerja, dan jalan-jalan, ada hal-hal yang terlintas begitu saja dalam benak. Jadi penulis ingin mencurahkan segala perasaan dan pikiran tersebut ke dalam bentuk tulisan saja.


Penulis juga sangat berharap akan keterlibatan para pembaca untuk memberikan saran untuk terus berkembang seiring berjalannya waktu. Bahkan jika ada diantara pembaca yang juga sering menuliskan keresahannya tapi malas menulis di blog, boleh mengirimkan unek-uneknya ke email. Jangan khawatir apabila tulisan kalian amburadul, karena nanti akan kita revisi dengan bahasa/kata/kalimat yang lebih baik. So, please feel free to submit your words or story : 


Alamat surel : wahyoe@journalist.com


Sekian saja, semoga kalian betah mampir dan membaca tulisan dalam blog ini.


Terima kasih.