Artikel berikut ini masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya, yaitu menyangkut hutang piutang. Tapi kali ini ini penulis ingin membahas perkara/kejadian-kejadian menarik yang ditimbulkan karena hutang piutang. Apa saja dampak positif dan negatif nya? Kuy simak terus sampai akhir ya.
Yup, seprti yang penulis katakan pada postingan sebelumnya, hutang piutang ini kerap hadir dalam kehidupan manusia. Dia (baca: hutang piutang) ada dikarenakan hawa nafsu yang menjelma setipis daun bawang dan menjadi parasit dalam diri suatu insan. Rasa iri, takut, insecure, dan berbagai hal lainnya yang membentuknya dalam kehidupan ini dan berhasil mengelabui manusia disetiap kesempatan yang hadir, jadi tak heran bila ia kerap kali menimbulkan masalah bagi manusia. Berikut beberapa permasalahan yang seirng terjadi, diantaranya :
1. Masalah antar manusia (tidak saling mengenal, hanya mengetahui).
Dalam kasus ini kita contohkan seperti pedagang atau sebuah jasa. Agy mengambil sebuah baju jersey dan sepatu bola pada sebuah toko tempat ia berlangganan di kampungnya dengan niat berhutang karena belum gajian. Karena dia perlu dan ingin segera menggunakan baju dan sepatu tersebut maka ia mencoba berhutang. Setelah menceritakan keluh kesah pada si penjual, maka penjual pun memberikan baju dan sepatu tersebut dengan perjanjian akan dibayarkan pada tanggal gajian. Namun, ketika sampai tempo pada hari yang dijanjikan, Agy tak kuncung muncul. Penjual pun berpikiran positif saja, mengira Agy belum punya kesempatan/berhalangan untuk datang membayarkan hutangnya. Hari ke hari penjual mulai menyadari kalau Agy ternyata ghosting darinya, ia menanyakan kabar via whatsapp dan telfon tapi tak juga berhasil. Akhirnya terjadilah perang dingin antara penjual dan Agy.
Kasus ini sangat umum terjadi dengan berbagai metode. Ada yang saling menjelekkan, ada yang saling melupakan masalah, ada yang tidak berani datang ke toko lalu menitipkan pada temannya agar bisa belanja di toko terkait, dan ada yang disindir tapi kura-kura makan tahu, eh, maksudnya pura-pura dalam tahu, ups.. hahaha, kura-kura dalam perahu yang sering diartikan sebagai sikap “pura-pura tidak tahu”. Seolah-olah dia tidak peka akan sindiran si penjual, padahal ini kan hubungan jual-beli, bukannya hubungan pacaran antara pria dan wanita.
Lucunya, hal ini sudah seperti halnya status hubungan dalam pacaran saja. Penjual berharap balasan dari pembeli yang berhutang seperti seorang pencinta yang berharap agar cintanya tak bertepuk sebelah tangan dari gebetannya. Sama halnya juga dengan dua insan dalam status friend zone, di whatsapp centang satu, pas centang dua cuma di read saja.
2. Masalah antar teman dengan teman.
Kasus ini mempunyai kemiripan dengan poin nomer 1, namun daya penghancurnya lebih dalam. Bagaimana tidak, seorang teman yang kita percayai berujung menusuk hati. Bahkan, hal ini bisa jadi tolak ukur terhadap seorang teman. Seberapa berharga dan pentingnya dia dalam lingkup kehidupan kita, bisa langsung kita ketahui. Misal saja, perkara hutang 50-100 ribu bisa bertengkar dengan teman mu, apalagi sampai kamu ghosting darinya. Coba posisikan dirimu sebagai pengutang, pasti damagenya ga kebayang, kan?
2. Masalah antar kerabat/saudara.
Ini level tertinggi dalam kasus hutang-piutang. Dulu penulis sempat berpikir terlalu naif, bahwa hal seperti ini dalam kekeluargaan tidak akan terjadi. Ternyata salah besar, malah dalam kekeluargaan yang sering dan pasti terjadi. Cuma karena perkara kecil bisa menyebabkan perpecahan dalam kekeluargaan, anak dengan orang tua, adik dan kakak, dll. Sangat disayangkan memang, tapi mau bagaimana lagi, Memang begitu realitanya.
Kesimpulannya, bagi kamu para pengutang, marilah kita introspeksi diri dengan lebih baik lagi. Ayo segera lunasi hutang-hutang mu sebelum sang ajal menjemput mu! Dan, jangan lupa baca artikel sebelumnya untuk menggali lebih dalam tentang makna hutang-piutang dan mengetahui solusi terbaik untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Semuanya ada ditangan mu, jika kamu tak mau berubah, silahkan abaikan artikel ini. Jika kamu berkenan untuk mengubah dirimu, silahkan klik link artikel berikut ini JEBAKAN HUTANG-PIUTANG.
“Sesungguhnya tak ada sesiapapun yang mampu mengubah dirimu dan nasib mu melainkan dirimu sendiri”
Firman ALLAH S.W.T dalam Al-Qur’an : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Terima kasih dan sampai jumpa di artikel berikutnya ya...byee!
No comments:
Post a Comment
Penulis hanyalah manusia bisa yang tak luput dari segala kekhilafan/kesalahan. Silahkan tambahkan komentar sebagai kritik maupun saran. Berkomentarlah yang baik dengan bahasa yang lugas. Terima kasih banyak ya !