Jebakan Hutang Piutang

              Hutang Piutang, kata ini kerap kali singgah dalam kehidupan manusia dari dahulu kala hingga saat ini. Bahkan sekarang nama tersebut telah diperhalus menjadi “Pinjam dan Meminjam” agar orang-orang tidak terlalu merasa terbebani. Seolah jika mengatakan hutang adalah suatu hal yang kasar dan aib bagi seseorang sehingga tidak boleh diucapkan, sudah seperti voldemort saja..ckckck


Dalam bahasa, “pinjam meminjam” ini sudah mengalami pergeseran baik secara arti maupun makna. Pinjam meminjam berarti mengambil sesuatu barang kemudian dipakai dan dikembalikan dengan barang yang sama kepada yang meminjamkan. Misalkan, meminjam sebuah pulpen berwarna biru merk A, maka yang dikembalikan adalah pulpen berwarna biru merk A. Meminjam sepeda motor brand Yahama dengan plat BAB, yang dikembalikan juga sepeda motor brand Yahama plat BAB, bukan brand lain atau dengan plat berbeda, kan!? Penulis pernah mendengarkan perkataan ustad dan ulama di beberapa majelis pengajian, dan yang mereka sampaikan sesuai dengan arti dan paham yang penulis ketahui. Jika kita meminjam uang Rp.100.000; maka yang dikembalikan haruslah uang dengan nominal yang sama dan memiliki nomer seri yang sama pula, karena begitulah sifat pinjam meminjam. Oleh karenanya, hutang piutang dan pinjam meminjam itu pada hakikatnya adalah berbeda.


Oleh sebab itu, dalam agama Islam kita dianjurkan untuk berhati-hati menggunakan kata-kata tersebut di kehidupan sehari-hari. Memang kelihatannya seperti perkara kecil, tapi bisa berakibat sangat fatal. Jangan sampai hanya karena merasa tidak enakan, malu atau bahkan merasa terbebani dengan menyebutkan kata “hutang”, malah mengakibatkan mudharat bagi diri kita dan menjadi beban di akhirat kelak. Jika tak mau malu/terbebani, ya, jangan berhutang. Lakukanlah sesuai perkataan mu dan katakanlah sesuai kelakuan mu, jangan saling berkebalikan. Jangan berbuat sesuatu hal yang diluar kemampuan mu! Bukankah ALLAH S.W.T saja tidak menguji hambanya dengan cobaan diluar dari kemampuan hambanya, melainkan karena ALLAH tau jika hambanya mampu. Nah, mengapa kita harus menyakiti diri sendiri dengan cobaan yang kita sendiri tidak yakin bisa melewatinya. Kita sudah diberitahukan dan diberi kebebasan untuk memilih, dan kebanyakan dari kita malah memilih melakukannya.


Dilemanya, dalam kehidupan sehari-hari kita sering diuji dengan berbagai hal. Kita terlalu takut dan terikat dengan dunia, sehingga ketika kita berhutang , kita merasa mampu untuk melunasinya. Padahal jika dipkirkan baik-baik, belum tentu uang dari hasil hutang tersebut dipakai untuk hal-hal yang kita butuhkan. Disini penulis tidak mengatakan semua orang begitu, ada yang memang benar-benar membutuhkan dan menggunakannya dengan layak, tapi kebanyakan dari manusia yang berhutang itu hanya untuk hal-hal yang tidak penting. Bahkan penulis pun tak luput dari perihal tersebut, dan setelah semuanya terjadi barulah menyesal di akhir. Padahal sebenarnya banyak cara, hanya saja kita tidak mampu melihatnya karena kita terlalu takut dan dikuasai oleh hawa nafsu, ingin memiliki segalanya dengan cepat. Ujung-ujungnya, gali lobang tutup lobang.


Ingatlah! Hawa nafsu itu tidak melulu tentang seks atau hal porno lainnya. Hawa nafsu adalah sifat ingin memiliki tanpa memikirkan resiko terburuk. Dan, adanya keinginan yang kuat sehingga sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan.


Maka di bulan yang penuh akan keberkahan ini, mari kita mengkaji lebih dalam, introspeksi diri, serta memperbanyak amal dan ibadah. Semoga kita dijauhkan dari segala hal dan keputusan/pilihan yang buruk, sehingga bisa menjadi manusia yang lebih baik. Dan, apabila kalian dihadapi dengan masalah seprti ini, cukup ingat bahwa “kesusahan itu datang bersama dengan kemudahan”, maka jangan pernah takut, teguhkan hati serta tanamkan dalam diri, insyaAllah, ALLAH pasti selalu bersama kita, Aamiin.


No comments:

Penulis hanyalah manusia bisa yang tak luput dari segala kekhilafan/kesalahan. Silahkan tambahkan komentar sebagai kritik maupun saran. Berkomentarlah yang baik dengan bahasa yang lugas. Terima kasih banyak ya !

Powered by Blogger.